PSIKOPAT 3 : Misi dan Pencarian
Karya : Taufikur Rahman
Karya : Taufikur Rahman
Before :
Aku melihat
lelaki itu lagi lelaki yang telah membunuh sahabat dan kekasihku beberapa tahun
yang lalu, Joni. “kenapa dia bisa berada di desa ini juga ? pasti aku salah
orang ! ya itu pasti ! tidak mungkin joni berada disini diakan telah menghilang
selama bertahun-tahun !”, aku bergumam sendiri mengingat kejadian pagi ini.
Mungkin kalian menganggapku seperti orang gila tapi tak apalah memang itu
sebenarnya. Aku lebih berfikir positif kemungkinan tadi mungkin benar karena
pada saat itu aku tengah kelelahan akibat berlari terlalu jauh. Bisa saja
kebetulan mengingat wajahnya bukan ! aku memutuskan untuk melanjutkan
aktifitasku di sini. Ketika aku menyapu lantai bagian dalam, aku melihat ada
lelaki misterius yang tengah menatap rumahku. Setelah aku keluar rumah lelaki
itu sudah menghilang.Siapa lelaki itu sebenarnya ? apakah lelaki itu orang yang
pag ini kutemui secara tidak sengaja ? pertanyaan itu selalu terngiang-ngiang
di otakku.
Keesokan paginya
Sella kembali melakukan aktifitasnya berolahraga, ia ingin memastikan siapa sosok lelaki misterius itu
sebenarnyua. Karena itu ia menuju tempat terakhir bertemu dengan lelaki yang
tak sengaja disenggolnya kemarin berharap dapat bertemu kembali.
Ketika Sella sampai di tempat itu ia
melihat sosok lelaki kemarin tengah duduk di pondok. Lelaki itu memakai topi
sehingga menyulitkan Sella melihat wajahnya. Setelah menimbang-nimbang akhirnya
Sella memutuskan mendekatinya untuk mengetahui siapa lelaki misterius itu.
“kau.. ?”, aku terkejut melihat sosok
dihadapanku. Orang yang sampai sekarang tak ingin kutemui akhirnya dapat
bertemu kembali di desa ini, lelaki misterius itu adalah Joni. “Hai.. kita
berjumpa lagi !”, sapanya singkat tetap dengan mata sinisnya. “Jo.. Joni,
mengapa kau bisa berada disini ?”, Sella terbata ia merasa takut saat ini.
Entah suasananya yang berbeda atau hanya perasaan Sella cuaca yang sebelumnya
cerah berubah menjadi dingin. “kau masih ingat padaku ! haha.. kalau begitu kau
masih ingat janjiku bukan !”, Sella tertegun setelah mendengar ucapan Joni.
Tentu saja Sella masih mengingat perkataannya dulu..
Flashback..
“Tidak.. Santi.. Santi bangunlah ! aku mohon
bangun.. !” Santi terkapar setelah menerima tusukan dari Joni. Sekali lagi
pemandangan pertama yang dapat terlihat adalah darah. “ Sekarang waktumu
menyusulnya !”, tangan Joni siap menuntun pisaunya kearah Sella tapi ia merasa ada
sebuah tangan yang menahannya. Joni pun melihat ke samping dan ternyata kak
Sintalah pelakunya. Joni sempat terkejut sesaat, ternyata kakaknya mengikuti
diam-diam mulai dari rumah. Hening suasana setelah itu, Joni pun memulai
pembicaraan ,”Hai kak ! sedang apa kau disini ? bukannya kau sedang sibuk
dengan pekerjaanmu ?,” “maafkan kakak jon ! aku tahu kau jadi begini karena aku
kurang memperhatikanmu kan ?”, “ahh.. kau mulai mengerti tapi tidak semua
salahmu.”,
“aku mohon jon kembalilah menjadi joni yang
dulu !”, “Apa kau pikir kehidupanku semudah itu heh layaknya membuka lembaran
baru ! kau salah besar kak ! kau tak pernah tahu kehidupanku di sekolahkan, aku
selalu mengalami pembulian dan kekerasan oleh orang-orang busuk itu ! aku
selalu mencoba curhat bersamamu tapi kau selalu sibuk dengan urusanmu ! jadi
jangan salahkan aku jika aku punya kehidupan sendiri seperti sekarang !”, Kak
Sinta menangis menyesali perbuatannya yang lalai menjaga Joni. Kecewa pasti itu
yang dirasakannya sekarang. Tapi semua sudah terlambat karena diri Joni yang
dulu sudah hancur.
“Sella
sayang.. ! kali ini kau beruntung karena nasibmu tak seburuk kawan-kawanmu tapi
jika lain waktu kita bertemu kembali kupastikan nyawamu dalam bahaya !
ohh.. ya dan satu lagi kak ! aku sudah kehidupan sendiri jadi kakak jangan
mencariku dan mencampuri urusanku !”, itulah kalimat terakhir yang Joni sampaikan
pada mereka berdua. Sella masih tampak terpaku dengan perkataanku tadi
sementara kakak masih tetap menyesali perbuatannya. Joni pun keluar sambil
meninggalkan pisau berdarahnya dan kemudian menghilang dibalik pintu.
Flashback end à ( Psikopat 1 )
To Be Continoe...
Coment donk Readers !!! :(
Tidak ada komentar:
Posting Komentar