Batman Begins - Diagonal Resize 2

This Blog For All People !!! Please Coment My Post Ok ^^ !!!

Sabtu, 22 Maret 2014

Cerpen : Psikopat 3 ( series 2 )

PSIKOPAT 3 : Misi dan Pencarian
Karya : Taufikur Rahman
Before :
Aku melihat lelaki itu lagi lelaki yang telah membunuh sahabat dan kekasihku beberapa tahun yang lalu, Joni. “kenapa dia bisa berada di desa ini juga ? pasti aku salah orang ! ya itu pasti ! tidak mungkin joni berada disini diakan telah menghilang selama bertahun-tahun !”, aku bergumam sendiri mengingat kejadian pagi ini. Mungkin kalian menganggapku seperti orang gila tapi tak apalah memang itu sebenarnya. Aku lebih berfikir positif kemungkinan tadi mungkin benar karena pada saat itu aku tengah kelelahan akibat berlari terlalu jauh. Bisa saja kebetulan mengingat wajahnya bukan ! aku memutuskan untuk melanjutkan aktifitasku di sini. Ketika aku menyapu lantai bagian dalam, aku melihat ada lelaki misterius yang tengah menatap rumahku. Setelah aku keluar rumah lelaki itu sudah menghilang.Siapa lelaki itu sebenarnya ? apakah lelaki itu orang yang pag ini kutemui secara tidak sengaja ? pertanyaan itu selalu terngiang-ngiang di otakku.
Keesokan paginya Sella kembali melakukan aktifitasnya berolahraga, ia ingin  memastikan siapa sosok lelaki misterius itu sebenarnyua. Karena itu ia menuju tempat terakhir bertemu dengan lelaki yang tak sengaja disenggolnya kemarin berharap dapat bertemu kembali.
       Ketika Sella sampai di tempat itu ia melihat sosok lelaki kemarin tengah duduk di pondok. Lelaki itu memakai topi sehingga menyulitkan Sella melihat wajahnya. Setelah menimbang-nimbang akhirnya Sella memutuskan mendekatinya untuk mengetahui siapa lelaki misterius itu.
       “kau.. ?”, aku terkejut melihat sosok dihadapanku. Orang yang sampai sekarang tak ingin kutemui akhirnya dapat bertemu kembali di desa ini, lelaki misterius itu adalah Joni. “Hai.. kita berjumpa lagi !”, sapanya singkat tetap dengan mata sinisnya. “Jo.. Joni, mengapa kau bisa berada disini ?”, Sella terbata ia merasa takut saat ini. Entah suasananya yang berbeda atau hanya perasaan Sella cuaca yang sebelumnya cerah berubah menjadi dingin. “kau masih ingat padaku ! haha.. kalau begitu kau masih ingat janjiku bukan !”, Sella tertegun setelah mendengar ucapan Joni. Tentu saja Sella masih mengingat perkataannya dulu..
Flashback..
“Tidak.. Santi.. Santi bangunlah ! aku mohon bangun.. !” Santi terkapar setelah menerima tusukan dari Joni. Sekali lagi pemandangan pertama yang dapat terlihat adalah darah. “ Sekarang waktumu menyusulnya !”, tangan Joni siap menuntun pisaunya kearah Sella tapi ia merasa ada sebuah tangan yang menahannya. Joni pun melihat ke samping dan ternyata kak Sintalah pelakunya. Joni sempat terkejut sesaat, ternyata kakaknya mengikuti diam-diam mulai dari rumah. Hening suasana setelah itu, Joni pun memulai pembicaraan ,”Hai kak ! sedang apa kau disini ? bukannya kau sedang sibuk dengan pekerjaanmu ?,” “maafkan kakak jon ! aku tahu kau jadi begini karena aku kurang memperhatikanmu kan ?”, “ahh.. kau mulai mengerti tapi tidak semua salahmu.”,
“aku mohon jon kembalilah menjadi joni yang dulu !”, “Apa kau pikir kehidupanku semudah itu heh layaknya membuka lembaran baru ! kau salah besar kak ! kau tak pernah tahu kehidupanku di sekolahkan, aku selalu mengalami pembulian dan kekerasan oleh orang-orang busuk itu ! aku selalu mencoba curhat bersamamu tapi kau selalu sibuk dengan urusanmu ! jadi jangan salahkan aku jika aku punya kehidupan sendiri seperti sekarang !”, Kak Sinta menangis menyesali perbuatannya yang lalai menjaga Joni. Kecewa pasti itu yang dirasakannya sekarang. Tapi semua sudah terlambat karena diri Joni yang dulu sudah hancur.
       “Sella sayang.. ! kali ini kau beruntung karena nasibmu tak seburuk kawan-kawanmu tapi jika lain waktu kita bertemu kembali kupastikan nyawamu dalam bahaya ! ohh.. ya dan satu lagi kak ! aku sudah kehidupan sendiri jadi kakak jangan mencariku dan mencampuri urusanku !”, itulah kalimat terakhir yang Joni sampaikan pada mereka berdua. Sella masih tampak terpaku dengan perkataanku tadi sementara kakak masih tetap menyesali perbuatannya. Joni pun keluar sambil meninggalkan pisau berdarahnya dan kemudian menghilang dibalik pintu.
Flashback end à ( Psikopat 1 )

To Be Continoe...
Coment donk Readers !!! :(

Tidak ada komentar:

Posting Komentar