PSIKOPAT 3 : Misi dan Pencarian
Karya : Taufikur Rahman
Karya : Taufikur Rahman
Kembali
lagi dengan saya ! saya beri klue sedikit pada cerpen ini. Cerpen psikopat 3
yang menjadi pemeran utamanya adalah Sella bukan lagi Joni meski begitu tokoh
psikopat masih joni. Dan ada tokoh baru namanya Romi yang menjadi detektif dan
sekaligus sebagai sahabat dekat Sella.
tapi saya terpaksa mungkin saya pending cerpen ini karena kesibukan saya sendiri dan faktor lain seperti males ngetik :D tapi Monggo di baca…
Setelah kejadian beberapa tahun lalu atas
tindakan pembunuhan yang dilakukan oleh Joni aku memutuskan pindah rumah ke
suatu perdesaan yang amat asri nan sejuk. Sejak saat itu aku merasa ketakutan
atas ancaman dari Joni(baca psikopat 1) tapi aku merasa sedikit lega setelah
mengenal seseorang bernama Romi. Aku mengenalnya saat berada di desa ini,
sebelum aku menceritakaan kejadian beberapa tahun lalu kepadanya aku sedikit
terkejut karena ia sudah mengetahuinya. Memang, berita kematian
sahabat-sahabatku telah masuk ke berbagai media. Kini ia telah menjadi sahabat
baruku disini dia selalu siap menjagaku uuhh.. aku merasa nyaman bersamanya. Di
desa ini aku tinggal mengontrak pada sebuah rumah. Sebelumnya aku ingin kembali
pulang ke rumah orangtuaku tapi ada alasan tertentu sehingga aku
membatalkannya.
“hmm.. udara di desa ini amat sejuk ya
Rom !”, aku mengirup udara segar sambil berjalan menyusuri desa ini bersama Romi.
Kulihat Romi ingin mengatakan sesuatu padaku. “tentu saja suasana perdesaan
berbeda jauh dengan suasana perkotaan. Emm.. sel aku mau bicara sesuatu
padamu.”, aku menoleh kepadanya yang nampak serius. “ada apa Rom, koq serius
amat ?”, “begini ehh.. emm.. besok akuu harus keluar kota mengerjakan suatu
tugas kamu bisa disini sendirikan sementara tanpa aku ?”, aku sedikit kecewa
mendengar penuturan Romi tapi akupun menyanggupinya.
“tapi kamu gak
akan lama kan disana ?”, “tenang aja aku gak akan lama koq, kalau kamu butuh
sesuatu padaku telpon aja ya !”, Romi mengelus puncak kepalaku, astaga ada apa
denganku.
Keesokan harinya Romi sudah tak nampak
dirumahnya, jarak antar rumah kami terbilang dekat karena memang saling
berhadapan hehe.. . Aku cukup kesepian disini karena Romilah satu-satunya teman
dekatku. Pagi ini aku akan berolahraga mengitari desa, udara sejuk ditambah
pemandangan yang indah, siapa yang menolak untuk tinggal disini ? . Setelah
cukup jauh berlari aku memutuskan untuk beristirahat di sebuah pondok sebelum
melanjutkan kembali aktifitasku.
Ketika akan melanjutkan aktifitasku
berlari secara tak sengaja aku menyenggol bahu seseorang. “maaf pak, aku tak
sengaja ! tolong maafkan aku !”, aku hanya bisa mengucapkannya dengan menunduk
karena merasa bersalah. Orang di depanku hanya diam saja, karena merasa
permintaan maafku tak direspon olehnya aku memutuskan untuk melihat orangnya
langsung. Aku hanya bisa diam menatapnya yang tengah menatapku juga namun
akhirnya aku memutuskan berlari sekencang-kencangnya kembali menuju rumahku.
Aku melihat lelaki itu lagi lelaki yang
telah membunuh sahabat dan kekasihku beberapa tahun yang lalu, Joni. “kenapa
dia bisa berada di desa ini juga ? pasti aku salah orang ! ya itu pasti ! tidak
mungkin joni berada disini diakan telah menghilang selama bertahun-tahun !”,
aku bergumam sendiri mengingat kejadian pagi ini. Mungkin kalian menganggapku
seperti orang gila tapi tak apalah memang itu sebenarnya. Aku lebih berfikir
positif kemungkinan tadi mungkin benar karena pada saat itu aku tengah
kelelahan akibat berlari terlalu jauh. Bisa saja kebetulan mengingat wajahnya
bukan ! aku memutuskan untuk melanjutkan aktifitasku di sini. Ketika aku
menyapu lantai bagian dalam, aku melihat ada lelaki misterius yang tengah
menatap rumahku. Setelah aku keluar rumah lelaki itu sudah menghilang.Siapa
lelaki itu sebenarnya ? apakah lelaki itu orang yang pag ini kutemui secara
tidak sengaja ? pertanyaan itu selalu terngiang-ngiang di otakku.
TO BE CONTINOU

Tidak ada komentar:
Posting Komentar