Batman Begins - Diagonal Resize 2

This Blog For All People !!! Please Coment My Post Ok ^^ !!!

Sabtu, 15 Maret 2014

Cerpen : Psikopat 3 (series)

PSIKOPAT 3 : Misi dan Pencarian
Karya : Taufikur Rahman
Kembali lagi dengan saya ! saya beri klue sedikit pada cerpen ini. Cerpen psikopat 3 yang menjadi pemeran utamanya adalah Sella bukan lagi Joni meski begitu tokoh psikopat masih joni. Dan ada tokoh baru namanya Romi yang menjadi detektif dan sekaligus sebagai sahabat dekat Sella. 
tapi saya terpaksa mungkin saya pending cerpen ini karena kesibukan saya sendiri dan faktor lain seperti males ngetik :D tapi Monggo di baca…

       Setelah kejadian beberapa tahun lalu atas tindakan pembunuhan yang dilakukan oleh Joni aku memutuskan pindah rumah ke suatu perdesaan yang amat asri nan sejuk. Sejak saat itu aku merasa ketakutan atas ancaman dari Joni(baca psikopat 1) tapi aku merasa sedikit lega setelah mengenal seseorang bernama Romi. Aku mengenalnya saat berada di desa ini, sebelum aku menceritakaan kejadian beberapa tahun lalu kepadanya aku sedikit terkejut karena ia sudah mengetahuinya. Memang, berita kematian sahabat-sahabatku telah masuk ke berbagai media. Kini ia telah menjadi sahabat baruku disini dia selalu siap menjagaku uuhh.. aku merasa nyaman bersamanya. Di desa ini aku tinggal mengontrak pada sebuah rumah. Sebelumnya aku ingin kembali pulang ke rumah orangtuaku tapi ada alasan tertentu sehingga aku membatalkannya.
       “hmm.. udara di desa ini amat sejuk ya Rom !”, aku mengirup udara segar sambil berjalan menyusuri desa ini bersama Romi. Kulihat Romi ingin mengatakan sesuatu padaku. “tentu saja suasana perdesaan berbeda jauh dengan suasana perkotaan. Emm.. sel aku mau bicara sesuatu padamu.”, aku menoleh kepadanya yang nampak serius. “ada apa Rom, koq serius amat ?”, “begini ehh.. emm.. besok akuu harus keluar kota mengerjakan suatu tugas kamu bisa disini sendirikan sementara tanpa aku ?”, aku sedikit kecewa mendengar penuturan Romi tapi akupun menyanggupinya.
“tapi kamu gak akan lama kan disana ?”, “tenang aja aku gak akan lama koq, kalau kamu butuh sesuatu padaku telpon aja ya !”, Romi mengelus puncak kepalaku, astaga ada apa denganku.
       Keesokan harinya Romi sudah tak nampak dirumahnya, jarak antar rumah kami terbilang dekat karena memang saling berhadapan hehe.. . Aku cukup kesepian disini karena Romilah satu-satunya teman dekatku. Pagi ini aku akan berolahraga mengitari desa, udara sejuk ditambah pemandangan yang indah, siapa yang menolak untuk tinggal disini ? . Setelah cukup jauh berlari aku memutuskan untuk beristirahat di sebuah pondok sebelum melanjutkan kembali aktifitasku.
       Ketika akan melanjutkan aktifitasku berlari secara tak sengaja aku menyenggol bahu seseorang. “maaf pak, aku tak sengaja ! tolong maafkan aku !”, aku hanya bisa mengucapkannya dengan menunduk karena merasa bersalah. Orang di depanku hanya diam saja, karena merasa permintaan maafku tak direspon olehnya aku memutuskan untuk melihat orangnya langsung. Aku hanya bisa diam menatapnya yang tengah menatapku juga namun akhirnya aku memutuskan berlari sekencang-kencangnya kembali menuju rumahku.

       Aku melihat lelaki itu lagi lelaki yang telah membunuh sahabat dan kekasihku beberapa tahun yang lalu, Joni. “kenapa dia bisa berada di desa ini juga ? pasti aku salah orang ! ya itu pasti ! tidak mungkin joni berada disini diakan telah menghilang selama bertahun-tahun !”, aku bergumam sendiri mengingat kejadian pagi ini. Mungkin kalian menganggapku seperti orang gila tapi tak apalah memang itu sebenarnya. Aku lebih berfikir positif kemungkinan tadi mungkin benar karena pada saat itu aku tengah kelelahan akibat berlari terlalu jauh. Bisa saja kebetulan mengingat wajahnya bukan ! aku memutuskan untuk melanjutkan aktifitasku di sini. Ketika aku menyapu lantai bagian dalam, aku melihat ada lelaki misterius yang tengah menatap rumahku. Setelah aku keluar rumah lelaki itu sudah menghilang.Siapa lelaki itu sebenarnya ? apakah lelaki itu orang yang pag ini kutemui secara tidak sengaja ? pertanyaan itu selalu terngiang-ngiang di otakku. 
TO BE CONTINOU

Tidak ada komentar:

Posting Komentar