Batman Begins - Diagonal Resize 2

This Blog For All People !!! Please Coment My Post Ok ^^ !!!

Minggu, 02 Maret 2014

Dampak Ujian siswa kelas XII


Dampak Ujian siswa kelas XII

Hi readers !!! kali ini saya akan membahas mengenai dampak ujian siswa kelas XII di sekolahku. Bahasan ini saya buat untuk pembelajaran dan bahan bacaan saja ya !! tolong diambil sisi positifnya ok!^^ silahkan dibaca !
Mulai dari awal tahun 2014 sampai sekarang sekolahku disibukkan mengenai persiapan ujian siswa kelas XII angkatan 2013/2014. Tak jarang beberapa kelas mengalami kekosongan saat KBM berlangsung termasuk kelasku. Saya yang tergabung di kelas X – Adm. Perkantoran 1 juga mengalami dampaknya. Dampak yang ditimbulkannyapun beragam mulai dari yang positif sampai negatif.
Dampak positif yang didapat kelasku menurut saya pribadi adalah bisa menghabiskan waktu untuk mengerjakan tugas yang diberikan guru-guru, sedikit lebih bebas karena beberapa guru menjaga ujian sehingga banyak dari kami yang hura-hura :D, belajar untuk mandiri agar tidak selalu bergantung kepada guru. Sedangkan dampak negatifnya sendiri bagi saya lebih banyak dibanding positifnya, seperti yang saya jelaskan di awal terganggunya proses KBM karena beberapa guru yang mengajar harus menjaga ujian siswa kelas XII, suasana kelas ramai karena kurangnya pengawasan dari guru, terlalu menikmati waktu lengang yaitu waktu disaat guru yang menjaga memberikan tugas kepada kami tapi hanya sebagian kecil dari kami yang mengerjakannya yang lain ada urusannya sendiri-sendiri :D, sampai dimarahi oleh guru karena tidak menaati peraturan saat proses pembelajaran #sorry ! L dan lain-lain lah.
Salah satu mata pelajaran yang paling sering terkena dampak ini adalah Otomatisasi Kantor. Pelajaran tersebut memang sering memakai tempat di Lab Komputer tapi saat ini Lab sedang di pakai oleh siswa Bismen Kelas XII untuk melakukan ujian praktek. Sedangkan kelas Model Kantor sebagai kelasku sendiri juga dipakai sebagai kelas pembelajaran untuk siswa AP kelas XI. Jadi selama pembelajaran ini kami harus berpindah ke kelas-kelas lain yang kosong, setelah jam pembelajaran otomatisasi kantor selesai baru kami dapat kembali ke kelas Model Kantor.
Sudah lebih dari 4 kali pertemuan pembelajaran ini tertunda. Jika seminggu 1 kali pertemuan dan 1 kali pertemuan dengan waktu 5 jam maka sudah 1 bulan dengan waktu 20 jam pembelajaran ini tertunda. Kami hanya diberikan soal-soal oleh guru, cukup bosan juga harus berpindah tempat setiap pembelajaran ini. Tapi banyak juga teman-teman yang mungkin senang dengan keadaan ini sebab setelah kami menemukan kelas sementara dan guru telah memberi tugas kemudian guru tersebut melanjutkan tugasnya untuk menjaga ujian bukannya mereka mengerjakan tugas malah mereka bersantai ria ya meskipun tidak semua siswa yang melakukan hal tersebut. Bahkan ketika jam pembelajaran ini masih berlangsung ada juga siswa yang merasa lapar kemudian pergi ke kantin #aku juga :D.
Selain itu pernah juga kami dimarahi oleh seorang guru yang tidak akan saya sebutkan namanya memarahi kelas kami, ya memang itu kesalahan dari kami sendiri. Ketika jam pembelajaran tersebut usai dan saatnya kembali ke kelas asal kami masih betah berlama-lama di kelas tersebut karena masih belum ada tanda-tanda panggilan dari guru tersebut. Setelah lewat 1 jam aku menerima panggilan dari nomor yang belum kukenal setelah kuangkat ternyata salah seorang guru di kelasku menelpon menyuruhku untuk memberitahu teman-teman agar kembali ke kelas semula. Kulihat ekspresi wajah mereka yang nampak tak terlalu senang dengan ajakanku tapi aku tak peduli dengan mereka. Aku bersama beberapa temanku pergi mendahului untuk ke kelas.
Sesampainya di kelas aku dan beberapa temanku yang pergi dahuluan langsung diintrogasi dan dimaarahi tentunya. Tak berselang lama gerombolan lain datang ke kelas dengan ekspresi biasa tanpa rasa sungkan sedikitpun. Alhasil setelah kami semua telah berkumpul guru tersebut langsung marah-marah kepada kami bahkan kami dikatakan munafik oleh guru tersebut L memang itu kesalahan kami tapi seharusnya sebagai guru yang bijak tak perlu sekasar itu bukan. Tapi pemikiranku ini ternyata tak senada dengan yang lain buktinya kulihat banyak dari mereka yang hanya membalas ocehan guru tersebut dengan senyum ataupun tawa ringan #ih ih ih.
Bagiku semua guru di sekolah adalah orangtua keduaku jadi layaknya orangtua di rumah saya harus tetap menghormatinya dan menjaga tingkah laku tanpa menyakiti hati dan perasaannya. Saya tahu mungkin guru yang marah-marah tadi begitu kecewa kepada kami sehingga ia berani mengucap kata tersebut.
Sekian bahasanku saat ini tunggu bahasan selanjutnya ya !!!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar