Dampak
Ujian siswa kelas XII
Hi readers !!! kali ini
saya akan membahas mengenai dampak ujian siswa kelas XII di sekolahku. Bahasan
ini saya buat untuk pembelajaran dan bahan bacaan saja ya !! tolong diambil
sisi positifnya ok!^^ silahkan dibaca !
Mulai dari awal tahun
2014 sampai sekarang sekolahku disibukkan mengenai persiapan ujian siswa kelas
XII angkatan 2013/2014. Tak jarang beberapa kelas mengalami kekosongan saat KBM
berlangsung termasuk kelasku. Saya yang tergabung di kelas X – Adm. Perkantoran
1 juga mengalami dampaknya. Dampak yang ditimbulkannyapun beragam mulai dari
yang positif sampai negatif.
Dampak positif yang
didapat kelasku menurut saya pribadi adalah bisa menghabiskan waktu untuk
mengerjakan tugas yang diberikan guru-guru, sedikit lebih bebas karena beberapa
guru menjaga ujian sehingga banyak dari kami yang hura-hura :D, belajar untuk
mandiri agar tidak selalu bergantung kepada guru. Sedangkan dampak negatifnya
sendiri bagi saya lebih banyak dibanding positifnya, seperti yang saya jelaskan
di awal terganggunya proses KBM karena beberapa guru yang mengajar harus
menjaga ujian siswa kelas XII, suasana kelas ramai karena kurangnya pengawasan
dari guru, terlalu menikmati waktu lengang yaitu waktu disaat guru yang menjaga
memberikan tugas kepada kami tapi hanya sebagian kecil dari kami yang
mengerjakannya yang lain ada urusannya sendiri-sendiri :D, sampai dimarahi oleh
guru karena tidak menaati peraturan saat proses pembelajaran #sorry ! L dan lain-lain lah.
Salah satu mata pelajaran
yang paling sering terkena dampak ini adalah Otomatisasi Kantor. Pelajaran
tersebut memang sering memakai tempat di Lab Komputer tapi saat ini Lab sedang
di pakai oleh siswa Bismen Kelas XII untuk melakukan ujian praktek. Sedangkan
kelas Model Kantor sebagai kelasku sendiri juga dipakai sebagai kelas
pembelajaran untuk siswa AP kelas XI. Jadi selama pembelajaran ini kami harus
berpindah ke kelas-kelas lain yang kosong, setelah jam pembelajaran otomatisasi
kantor selesai baru kami dapat kembali ke kelas Model Kantor.
Sudah lebih dari 4 kali
pertemuan pembelajaran ini tertunda. Jika seminggu 1 kali pertemuan dan 1 kali
pertemuan dengan waktu 5 jam maka sudah 1 bulan dengan waktu 20 jam
pembelajaran ini tertunda. Kami hanya diberikan soal-soal oleh guru, cukup
bosan juga harus berpindah tempat setiap pembelajaran ini. Tapi banyak juga
teman-teman yang mungkin senang dengan keadaan ini sebab setelah kami menemukan
kelas sementara dan guru telah memberi tugas kemudian guru tersebut melanjutkan
tugasnya untuk menjaga ujian bukannya mereka mengerjakan tugas malah mereka
bersantai ria ya meskipun tidak semua siswa yang melakukan hal tersebut. Bahkan
ketika jam pembelajaran ini masih berlangsung ada juga siswa yang merasa lapar
kemudian pergi ke kantin #aku juga :D.
Selain itu pernah juga
kami dimarahi oleh seorang guru yang tidak akan saya sebutkan namanya memarahi
kelas kami, ya memang itu kesalahan dari kami sendiri. Ketika jam pembelajaran
tersebut usai dan saatnya kembali ke kelas asal kami masih betah berlama-lama
di kelas tersebut karena masih belum ada tanda-tanda panggilan dari guru
tersebut. Setelah lewat 1 jam aku menerima panggilan dari nomor yang belum
kukenal setelah kuangkat ternyata salah seorang guru di kelasku menelpon
menyuruhku untuk memberitahu teman-teman agar kembali ke kelas semula. Kulihat
ekspresi wajah mereka yang nampak tak terlalu senang dengan ajakanku tapi aku
tak peduli dengan mereka. Aku bersama beberapa temanku pergi mendahului untuk
ke kelas.
Sesampainya di kelas aku
dan beberapa temanku yang pergi dahuluan langsung diintrogasi dan dimaarahi
tentunya. Tak berselang lama gerombolan lain datang ke kelas dengan ekspresi
biasa tanpa rasa sungkan sedikitpun. Alhasil setelah kami semua telah berkumpul
guru tersebut langsung marah-marah kepada kami bahkan kami dikatakan munafik
oleh guru tersebut L memang itu kesalahan kami tapi seharusnya sebagai
guru yang bijak tak perlu sekasar itu bukan. Tapi pemikiranku ini ternyata tak
senada dengan yang lain buktinya kulihat banyak dari mereka yang hanya membalas
ocehan guru tersebut dengan senyum ataupun tawa ringan #ih ih ih.
Bagiku semua guru di
sekolah adalah orangtua keduaku jadi layaknya orangtua di rumah saya harus
tetap menghormatinya dan menjaga tingkah laku tanpa menyakiti hati dan
perasaannya. Saya tahu mungkin guru yang marah-marah tadi begitu kecewa kepada
kami sehingga ia berani mengucap kata tersebut.
Sekian bahasanku saat ini
tunggu bahasan selanjutnya ya !!!

Tidak ada komentar:
Posting Komentar